34 Rumah Rusak Pascagempa M 6,8 di Sulteng

JAKARTA – Sejumlah kerusakan bangunan di beberapa kabupaten diidentifikasi oleh badan penanggulangan bencana daerah pascagempa yang terjadi di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jumat (12/4) pukul 18.40 WIB. Sebanyak 34 rumah rusak dengan kategori ringan hingga berat, sedangkan fasilitas umum mencakup sekolah 1 unit dan tempat ibadah 2 unit.

Gempa bumi dengan M 6,8 tersebut berdampak pada empat kabupaten, yaitu Morowali, Morowali Utara, Banggai Laut dan Luwu Timur. Kerusakan rumah terbanyak terjadi di Kabupaten Morowali dengan rincian rumah rusak ringan 19 unit, rusak sedang 3, dan rusak berat 5. Morowali Utara teridentifikai rumah rusak ringan 3 unit dan rusak berat 1, sedangkan Banggai Laut rumah rusak ringan 2 unit dan Luwu Timur 1. 

Sementara itu 1 unit sekolah menengah pertama rusak berat dan 1 tempat ibadah rusak ringan di Kabupaten Morowali, sedangkan 1 unit tempat ibadah rusak berat di Morowali Utara. Data tersebut di atas diterima oleh Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (14/4), pukul 23.18 WIB.

Seperti diinformasikan sebelumnya, situasi masyarakat sudah kondusif beberapa jam setelah terjadinya gempa dengan kedalaman 17 km. Hingga hari ini (14/4), BPBD Kabupaten Kepulauan Banggai mengidentifikasi sebanyak 1.986 jiwa di 6 desa di Kecamatan Buko Selatan dan 400 jiwa lainnya mengungsi di Komplek Masjid An-Nur Trikora, Desa Salakan, Kecamatan Tinangkung. Sedangkan di kabupaten lain, warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Di Kabupaten Morowali, 2 orang mengalami luka saat melakukan evakuasi. 

Hingga Sabtu (13/4) Tim Reaksi Cepat di beberapa kabupaten terdampak terus melaukan pendataan dan melakukan himbauan kepada masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing dan meminta warga untuk tetap waspada. 

Gempa bumi dengan magnitudo 6,8 ini mengguncang wilayah Kabupaten Morowali, Morowali Utara, dan Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah. Gempa tersebut memiliki episenter pada koordinat 1,89 LS dan 122,57 BT, tepatnya di Teluk Tolo, pada jarak 82 kilometer arah barat daya Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 17 kilometer.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif. BMGK menduga bahwa struktur sesar yang menjadi pembangkit gempa ini adalah Sesar Peleng yang jalurnya berarah barat daya-timut laut di Pulau Peleng dan menerus ke Teluk Tolo.

Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Related posts