32 ORGANISASI BANTU KORBAN GEMPA ACEH

ACEH (12/7): Sekitar 32 organisasi terdiri atas organisasi massa, LSM, lembaga donor, hingga kelompok mahasiswa dan pencinta alam telah ikut bergerak di Aceh untuk mendukung BNPB, BPBA, dan pemerintah daerah dalam membantu korban bencana gempabumi yang kini masih berstatus periode tanggap darurat.  


Selain bantuan berupa barang dan tenaga sukarelawan, dukungan tercatat juga diberikan dalam bentuk program di berbagai bidang, meliputi antara lain pendidikan, kesehatan, penyediaan air bersih dan sanitasi, perlindungan anak, dan advokasi. Sebagian besar lembaga ini besar kemungkinan akan bertahan di Aceh hingga tahap rekonstruksi dan rehabilitasi yang biasanya berlangsung tiga tahun. 


Pagi ini, sejumlah perwakilan organisasi tersebut melakukan rapat bersama di Posko Penanggulangan Bencana Gempa Aceh Tengah yang berada di kompleks Kantor Bupati Aceh Tengah di Takengon. Secara rutin, organisasi yang telah mendaftarkan diri agar dimasukkan dalam database BNPB ini akan bertemu untuk saling berkoordinasi dan membagikan temuan di lapangan. 


Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan BNPB mengapresiasi keberadaan dan dukungan dari organisasi-organisasi tersebut. Bantuan ini menjadi berharga mengingat kapasitas pemda untuk menangani sendiri dampak bencana relatif terbatas.


"Pemda dan BPBA tidak akan bisa melakukan semua sendirian. Makanya BNPB juga memberikan dukungan penuh. Dengan adanya dukungan lembaga lain di luar pemerintah, diharapkan kita bisa lebih optimal membantu saudara-saudara kita di Aceh Tengah dan Bener Meriah yang menjadi korban gempa," tutur Sutopo.


Sutopo meminta organisasi terkait terus melaporkan perkembangan aktivitas mereka ke Posko Penanggulangan Bencana, baik di Aceh Tengah maupun Bener Meriah. Koordinasi dengan BNPB, BPBA, dan instansi pemda sangat penting agar terjadi sinergi. Di samping itu, koordinasi juga perlu untuk mencegah inefisiensi di lapangan misalnya dalam bentuk bantuan atau program yang tumpang tindih. 


Sutopo menambahkan, semua bantuan logistik sedapat mungkin agar disampaikan melalui Posko Penanggulangan Bencana. "Silakan juga kalau ingin menyalurkan langsung. Kami hanya berharap pihak pemberi melaporkan bantuannya agar tercatat dengan baik," imbuh dia.


Kepala BNPB Syamsul Maarif yang telah datang langsung ke lokasi bencana sebelumnya telah menetapkan distribusi bantuan logistik sebanyak 80% untuk Aceh Tengah dan 20% Bener Meriah. Pembagian bantuan ini merujuk pada jumlah korban terdampak. Bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah menyetujui kebijakan tersebut.


Jumlah pengungsi per 9 Juli 2013 tercatat sebanyak 52.113 jiwa atau 12.301 KK, di mana 32.129 jiwa (7.267 KK) terdapat di Aceh Tengah dan 19.984 jiwa (5.034 KK) di Bener Meriah. Jumlah pengungsi diperkirakan telah berkurang sebab ada pengungsi yang telah kembali ke rumah. Mereka yang belum kembali umumnya adalah yang mengalami kerusakan rumah parah dan sedang, sehingga tidak dapat atau belum aman dihuni. (HAR)


Related posts