23 Pembakar Ditangkap di Kalimantan Tengah

PALANGKARAYA-Kapolda Kalimantan Tengah Bambang Hermanu menerangkan bahwa Polisi telah menindak 24 pembakar lahan. Namun, satu orang meninggal dunia akibat menghirup asap yang berlebih saat membakar di wilayah kapuas. 23 tersangka masih diperiksa." Tersangka akan dikenakan sanksi hukuman pasal 187 karena sengaja membakar 12 tahun hukuman penjara. Sedangkan karena lalai hukuman 5 tahun penjara. Dan Perda No. 5 ancaman kurungan 6 bulan" ucap Bambang. Sejauh ini aparat penegak hukum melaporkan belum ada yang ditangkap dari perusahaan,hanya masyarakat yang tertangkap tangan saat membakar oleh anggota polisi yang terjun langsung ke lapangan. Kebanyakan alasan pembakaran oleh masyarakat yang memiliki kebun,adalah agar lebih subur tanah mereka dan biaya murah untuk membuka lahan baru. Sementara itu, dua minggu sejak hari ini,status siaga darurat berubah menjadi status tanggap darurat. Pertimbangannya adalah masukan dari berbagai pihak, antara lain data ISPU dari Kementerian Lingkungan Hidup dan keadaan di lapangan. Kepala BNPB mengatakan potensi nasional akan terus dikerahkan, Penambahan Hercules dan pesawat dari Australia akan dikerahkan untuk upaya pemadaman. Hujan buatan atau Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) juga tetap akan dilakukan selain water bombing. "Prioritas kami adalah pemadaman wilayah provinsi Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Namun, minggu ini diprioritaskan wilayah Sumsel terlebih dahulu,karena akan ada event International MTQ yang dihadiri 40 negara di Palembang" kata Syamsul Maarif.

Related posts