157 MURID DARI PALUE IKUT MENGUNGSI KE MAUMERE

Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, Senin (12/8) dalam rapat koordinasi penanganan pasca erupsi Rokatenda 10 Agustus 2013 mengatakan kepada seluruh SKPD terkait,TNI/POLRI dan seluruh yang terlibat dalam penanganan bencana ini, agar segera menyelesaikan secepatnya pengevakuasian masyarakat yang masih tersisa di zona berbahaya, dan mempercepat pendistribusian sandang pangan dan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan para pengungsi. Surat Keputusan masa Tanggap Darurat dan penetapan IC rencana dikeluarkan Selasa (13/8).

Dinas pendidikan melaporkan, dari total 511 pengungsi yang sudah dievakuasi ke Maumere, 157 di antaranya murid SD dan siswa SMP dengan rincian:

- SD Katolik Cawalo 64 murid (31 laki-laki, 33 perempuan),

- SD Katolik Nitung 59 murid (34 laki-laki, 25 perempuan),

- SMP Negeri I Palue 34 siswa (22 laki-laki, 12 perempuan).

Para murid dan siswa tersebut akan dipindahkan ke SD Inpres Maumere, SD Katolik Maumere, SD Inpres Wairlklau dan SD Inpres Madawat. Sementara siswa SMP akan dipindahkan ke SMP St. Maria, SMP Binwin dan SMP Frater.

Sementara itu TNI AL telah menyiapkan 2 buah KRI untuk evakuasi  jika diperlukan. TNI AD menurunkan 20 personil SAR untuk evakuasi dan 1 peleton lagi siap membantu. Sedangkan Polri telah mengerahkan 20 orang untuk SAR dan 100 orang disiapkan sebagai cadangan.

Perlu didirikan Pos Komando  di kedua kabupaten yaitu Ende dan Sikka untuk mempermudah koordinasi dan penanganan dampak bencana ini seperti  pengungsi, proses evakuasi, distribusi logistik dan peralatan.  Rapat dihadiri Komandan Lanal Maumere Kol. Andy Willy, Dandim Sikka Letkol Satya Wardana, Kapolres Sikka AKBP Budi Hermawan dan Komandan Tim Reaksi Cepat BNPB di Maumere Wisnu Widjaja.

Related posts