Banyak Pesawat Tidak Bisa Mendarat Karena Dampak Karlahut di Riau

Jakarta (8/3)_Dampak karlahut di Riau menyebabkan penurunan visibility di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Pantauan BMKG Pekanbaru melaporkan bahwa visibility pukul 07.00 WIB adalah 1000, pada pukul 10.00 WIB turun menjadi 800 m dan pada pukul 11.00 WIB menjadi 200 m yang menyebabkan banyak pesawat tidak bisa mendarat ke Pekanbaru.

Hal ini menunjukkan bahwa kebakaran masih banyak terjadi di wilayah Riau bagian Utara seperti Dumai, Bengkalis, dan Pulau Meranti. Karena angin bertiup dari arah Timur Laut maka asapnya mengarah ke Kota Pekanbaru dan wilayah yang ada di selatannya.


Pantauan satellite NOAA-18 dan MODIS Teraa dan Aqua pada Jumat 7 Maret 2014 sore menunjukkan masih banyak titik api di wilayah Riau bagian utara. Satelit NOAA-18 di mendeteksi 10 titik api yaitu di Bengkalis 7 titik dan Dumai 3 titik, sedangkan pantauan satelit MODIS Terra dan Aqua mendeteksi ada 377 titik yaitu di Bengkalis 141 titik, Dumai 56 titik, Inhil 5 titik, Inhu 3 titik, Meranti 52 titik, Pelalawan 22 titik, Rohil 33 titik dan Siak 65 titik.

Related posts