| Perkembangan Akibat Letusan Gunung Egon |
| Senin, 21/04/2008 10:17:22 | |
|
Sampai dengan hari Minggu, 20 April 2008, jumlah penduduk yang terkena dampak letusan Gunung Egon meliputi lima desa yang terletak di Kec. Waigete dan Kec. Pamitara, Kab. Sikka, Prov. NTT. Khusus untuk Kec. Waigete, desa Egon dengan jumlah penduduk sebanyak 938 KK terkena dampak abu panas yang paling parah, sekitar 30 ha sawah terkena puso, serta sebagian ternak ayam mati. Selain itu, sungai dan sumur penduduk tidak bisa digunakan karena keruh dan berbau belerang.
Gunung Egon di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur meletus pada hari Selasa, 15 April 2008 sekitar pukul 21.00 WIB. Gunung setinggi 1.703 meter dari pemukaan laut itu mengeluarkan asap dan abu yang cukup banyak. Tinggi letusan saat itu mencapai ± 4.000 meter dari kawah Gunung Egon. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan status kegiatan Gunung Egon dinaikkan menjadi "SIAGA" (level III) sejak tanggal 15 April 2008 pukul 23.00 WIB. Pada hari Minggu, 20 April 2008, pukul 00.00-12.00 WITA, terjadi gempa tektonik jauh 2 kali, gempa vulkanik dangkal 3 kali, gempa letusan 1 kali, gempa hembusan 7 kali, dan gempa tremor mulai pukul 08.36 - 10.10 WITA. Pengamatan secara visual cuaca cerah, angin tenang, gunung tampak jelas, berkabut, teramati asap kawah berwarna putih dengan ketinggian 50-100 meter dari puncak Gunung Egon. Pukul 07.50 WITA terjadi letusan disertai suara gemuruh lemah, asap putih tebal dengan tinggi 2.000 meter condong ke arah Timur. Bantuan dari Tim Bakornas PB yang diangkut oleh pesawat Hercules melalui bandara Halim Perdana Kusuma telah tiba di bandara Wai Oti Maumere hari Sabtu, 19 April 2008 pukul 10.00 WIB. Bantuan tersebut berupa 20 unit tenda pleton dari Lakhar Bakornas PB, 5.000 lembar sarung dan 408 lembar selimut dari Depsos, serta 30.000 masker dari Depkes. Hari Minggu, 20 April 2008 Satlak PB Kab. Sikka mengirimkan 1 unit tanki air bersih dan 1 unit loader. Dua unit posko kesehatan tambahan sudah didirikan di Dusun Blibit dan Dusun Egon untuk mengantisipasi timbulnya penyakit ISPA. Sumber : Laporan Harian Posko Lakhar Bakornas PB, 19-20 April 2008 |