| 512 KK Warga Kabupaten Lima Puluh Kota Masih Terisolasi |
| Kamis, 17/04/2008 11:08:16 | |
|
Sekitar 512 kepala keluarga (KK) atau 1.500 jiwa warga di Nagari (desa) Pandam Gadang, Kecamatan Gunung Ameh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar, yang masih terisolasi akibat rubuhnya sejumlah jembatan dihantam banjir bandang, Selasa (15/4), kini semakin cemas, seiring mulai turun hujan cukup deras pada Rabu petang (16/4).
"Warga yang daerahnya masih terisolasi itu, kini merasa cemas seiring mulai turun hujan deras dan khawatir bencana serupa kembali terulang," kata Kepala Kantor Kesbangpol Kab. Lima Puluh Kota, Idarussalam. Sejumlah anggota tim masih berada dan menyatu dengan warga di nagari-nagari yang masih terisolir, katanya dan menambahkan, petugas diminta untuk terus memberikan semangat warga agar tidak larut dalam kecemasan. "Kita mengajak warga tetap tenang dan terus siaga, bila memang ada indikasi air mau naik segera mengungsi ke lokasi lebih tinggi," katanya dan menambahkan, khusus saat banjir bandang terjadi Selasa pagi, hingga kini belum ada laporan korban jiwa. Banjir bandang Selasa pagi, diawali tingginya curah hujan pada malam harinya, hingga kini air masih menggenangi lahan persawahan setinggi 0,5 hingga 1 meter mencapai 635 hektare. Khusus pada lahan rumah rakyat air sudah surut. "Namun dengan kembali turun hujan pada Rabu sore ini, warga merasa khawatir akan kembali terulang bencana serupa," katanya. Guna mengatasi, agar warga tidak terlalu lama berada dalam kondisi terisolir, ia menyatakan, dalam waktu dekat dibangun jembatan darurat terbuat dari kayu. Rata-rata lebar sungai yang akan dibuat jembatan itu maksimal sepanjang 12 meter.
Terkait bantuan, dalam jumlah besar sudah disalurkan kepada warga yang hingga kini masih terus berlangsung. "Kita upaya bantuan bisa merata dan cepat sampai kepada warga yang menjadi korban bencana alam itu," katanya dengan nada optimistis. Sumber : Media Indonesia Online, 17 April 2008
|