|
Cuaca Ekstrim Masih Melanda Jakarta |
|
|
|
|
Selasa, 20/07/2010 10:14:55 |
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi Jakarta akan masih dilanda cuaca esktrim hingga akhir tahun ini.
Cuaca ekstrim ini ditandai adanya petir dan angin kencang serta hujan yang terjadi pada dini hari. "Diperkirakan akan terjadi banjir juga di lokasi-lokasi kantong banjir," ujar Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Ku alitas Udara BMKG, Edvin Aldrian, pagi ini.
Edvin menerangkan, cuaca ekstrim seperti ini pernah terjadi di Jakarta pada 1998. Namun kali ini fenomenanya akan lebih parah. Hal itu, tambah Edvin, disebabkan suhu muka laut yang ternyata masih tinggi. "Sehingga curah hujan juga tetap tinggi," tuturnya.
Meski begitu Edvin melihat tidak ada tanda-tanda banjir besar akan melanda ibukota. Seperti dijelaskan sebelumnya, dia memprediksi, banjir hanya terjadi secara sporadis di tempat yang memang langganan banjir. Cuaca ekstrim ini juga membuat tingkat kelembaban meningkat. "Orang akan merasa gerah meski hujan," tuturnya.
Curah hujan di atas normal ini dijelaskan Edvin adalah gejala La Nina. La Nina adalah kondisi suhu muka laut di Samudera Pasifik di bawah normal namun perairan di Indonesia panas--di atas normal. La Nina, jelasnya, dapat diketahui dari nilai anomali suhu muka laut di daerah Nino (kering) yang berada di Samudera Pasifik bagian tengah.
Dia berharap pemerintah memberi atensi lebih kepada pengembangan teknologi BMKG. Pasalnya, di negara maju seperti Amerika, mereka sudah menanam alat di laut untuk mengetahui potensi cuaca beberapa bulan ke depan. Menurut Edvin, prediksi cuaca yang diukur lewat alat ini lebih akurat.
Beberapa waktu silam, BMKG memperkirakan wilayah Indonesia akan lebih panas satu derajat. Hal itu terjadi karena terdapat pergeseran hubungan suhu muka laut dan hujan.
Sumber : Tempointeraktif
|