Jumat, 03/09/2010 15:34:40
   GEOSPASIAL
Home Kontak Link Sitemap
   PERINGATAN DINI       

Sebaran Gunung Api



 GALLERY
  Foto Bencana
  Foto Kegiatan
  Leaflet
  Poster

 CEK EMAIL

Login ke sistem e-mail

 KERJASAMA



Cuaca Ekstrim Masih Melanda Jakarta PDF Cetak E-mail
Selasa, 20/07/2010 10:14:55
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi Jakarta akan masih dilanda cuaca esktrim hingga akhir tahun ini.

Cuaca ekstrim ini ditandai adanya petir dan angin kencang serta hujan yang terjadi pada dini hari. "Diperkirakan akan terjadi banjir juga di lokasi-lokasi kantong banjir," ujar Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Ku alitas Udara BMKG, Edvin Aldrian, pagi ini.

Edvin menerangkan, cuaca ekstrim seperti ini pernah terjadi di Jakarta pada 1998. Namun kali ini fenomenanya akan lebih parah. Hal itu, tambah Edvin, disebabkan suhu muka laut yang ternyata masih tinggi. "Sehingga curah hujan juga tetap tinggi," tuturnya.

Meski begitu Edvin melihat tidak ada tanda-tanda banjir besar akan melanda ibukota. Seperti dijelaskan sebelumnya, dia memprediksi, banjir hanya terjadi secara sporadis di tempat yang memang langganan banjir. Cuaca ekstrim ini juga membuat tingkat kelembaban meningkat. "Orang akan merasa gerah meski hujan," tuturnya.

Curah hujan di atas normal ini dijelaskan Edvin adalah gejala La Nina. La Nina adalah kondisi suhu muka laut di Samudera Pasifik di bawah normal namun perairan di Indonesia panas--di atas normal. La Nina, jelasnya, dapat diketahui dari nilai anomali suhu muka laut di daerah Nino (kering) yang berada di Samudera Pasifik bagian tengah.

Dia berharap pemerintah memberi atensi lebih kepada pengembangan teknologi BMKG. Pasalnya, di negara maju seperti Amerika, mereka sudah menanam alat di laut untuk mengetahui potensi cuaca beberapa bulan ke depan. Menurut Edvin, prediksi cuaca yang diukur lewat alat ini lebih akurat.

Beberapa waktu silam, BMKG memperkirakan wilayah Indonesia akan lebih panas satu derajat. Hal itu terjadi karena terdapat pergeseran hubungan suhu muka laut dan hujan.

Sumber : Tempointeraktif
 
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara meletus pada  Minggu 29 Agustus 2010 pukul 00.08 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral menyatakan status Gunung Sinabung menjadi AWAS dan mengubah tipenya dari tipe B menjadi tipe A terhitung pukul 00.10 WIB tanggal 29 Agustus 2010. Dan pada pukul 00.10 WIB PVMBG memutuskan untuk melakukan pengungsian masyarakat yang bermukim dan beraktivitas pada radius 6 km dari kawah aktif.



Menurut laporan PVMBG terdapat 1 gunung api berstatus siaga yaitu Gunung Api Ibu sejak 5 Agustus 09.

 PRAKIRAAN

Prakiraan Daerah Potensi Banjir

   Agustus 2010

   September 2010

   Oktober 2010


    Aceh

     Sumut

    Riau

    Sumbar

    Sumsel

    Bengkulu

    Jambi

    Lampung

    Banten

    Jabar

    Jateng & DIY

    Jatim

    Bali

    Kalbar

    Kaltim

    Kalteng

    Kalsel

    Sulbar

    Sulut

    Sulteng

    Maluku

    NTB

    NTT

    Papua Barat

    Papua



 AGENDA KEGIATAN
<< September ’10 >>
Se Sl Rb Km Jm Sb Mn
  
 1
 2
 3
 4
 5
 6
 7
 8
 9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
   
 RSS FEED

  PENGUMUMAN

BEASISWA PROGRAM PENDIDIKAN PASCA SARJANA


LOMBA PENULISAN KEBENCANAAN

Copyright © 2007-2008
bnpb.go.id
BNPB
Jl. Ir. H. Juanda No. 36 Jakarta Pusat
Telp POSKO : 021-3458400
Fax : 021-3458500
Email : posko @ bnpb.go.id