|
Platform Nasional
Pengurangan Risiko Bencana (PLANAS PRB) resmi dibentuk pada hari Selasa, 28
April 2009, atas dukungan para pemangku kepentingan PRB di Indonesia yang
terdiri dari pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, dunia usaha, media dan
komunitas internasional.
PLANAS PRB akan
menjadi mekanisme nasional multi pemangku kepentingan yang bertindak sebagai
penganjur PRB di berbagai tataran dengan memberikan koordinasi, analisis dan
anjuran tentang bidang-bidang prioritas yang memerlukan tindakan terpadu dalam
rangka pengarusutamaan PRB ke dalam kebijakan-kebijakan, perencanaan dan
program-program pembangunan sesuai dengan pelaksanaan Kerangka Aksi Hyogo
2005-2015.
Pembentukan PLANAS
PRB didasari oleh kesadaraan akan risiko tinggi yang dihadapi oleh masyarakat
Indonesia yang sangat rentan terhadap bencana, sehingga membutuhkan wahana
untuk memadukan wawasan, menampung aspirasi dan kepentingan, serta menjembatani
berbagai pihak yang berkepentingan dalam PRB di Indonesia.
Pembentukan PLANAS
PRB ini juga menunjukkan komitmen masyarakat Indonesai yang sangat kuat untuk
menjalankan kesepakatan yang telah ditandatangani Indonesia bersama 167 negara
lainnya pada Konferensi Dunia PRB di Kobe Jepang, pada awal tahun 2005 yang
melahirkan Kerangka Aksi Hyogo 2005-2015.
Selain itu,
pembentukan PLANAS PRB merupakan perwujudan dari amanat Undang-Undang 24/2007
tentang Penanggulangan Bencana yang menyatakan bahwa penanggulangan bencana
merupakan urusan bersama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha di mana
pemerintah menjadi penanggung jawab utama.
Sebagaimana disampaikan
oleh Kepala BNPB dalam sambutannya pada acara peresmian PLANAS PRB tersebut, berbagai
pengalaman kejadian bencana menunjukkan bahwa hampir 80% masyarakat korban
bencana, dapat terselamatkan jiwanya karena kemampuannya sendiri (self asistance) atau bantuan dari
masyarakat sekitarnya. Untuk itu PLANAS PRB merupakan bentuk forum yang sangat
ideal untuk peningkatan kapasitas masyarakat dan membangkitkan voluntarism dalam menangani bencana.
Bencana menjadi salah
satu faktor penyebab menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat, untuk itu
berbagai unsur terkait yang tergabung dalam PLANAS PRB telah berkomitmen untuk
menjadikan Pengurangan Resiko Bencana sebagai prioritas pembangunan nasional
sehingga bencana dapat dicegah atau paling tidak dapat dikurangi dampaknya
sehingga dapat menjamin tercapainya tujuan program pembangunan yang
berkelanjutan untuk peningkatan kesejahteraan bangsa.
Proses pembentukan
PLANAS PRB dijadikan contoh karena dilakukan melalui musyawarah dan partisipasi
berbagai unsur terkait, khususnya dari masyarakat dan dunia usaha. Oleh karena
itu, Indonesia diundang dan diberi kesempatan untuk memaparkan proses
pembentukan PLANAS PRB pada konferensi dunia tentang Global Platform di Geneva
pada bulan Juni 2009.
Selain itu, pada
tingkat Nasional, di sejumlah daerah di Indonesia telah dibentuk platform
daerah diantaranya adalah NTT, Jogjakarta dan Sumatera Barat.
Informasi mengenai
PLANAS PRB telah tersedia dalam website www.planasprb.net
|