|
Sehubungan dengan peningkatan status
kegiatan G. Slamet dari waspada (Level II) menjadi siaga (level III) terhitung
sejak tanggal 23 April 2009 pukul 08.00 WIB yang meliputi 5 Kabupaten yaitu
Kab. Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal dan Purbalingga Prov. Jawa Tengah,
saat ini posko
pendampingan telah aktif untuk memonitor perkembangan-perkembangan yang terjadi
di lokasi.
Tim TRC BNPB terus
melakukan koordinasi dengan BPBD Prov. Jawa Tengah, Muspika setempat, Pemkab.
Pemalang, Tegal dan Purbalingga guna melakukan pemantauan secara terus menerus
selama 24 jam di Pos Pengamatan G. Slamet.
BPBD Kab. Pemalang telah
menyiapkan 7 titik untuk evakuasi warga (Desa Siremeng, Clekatakan, Batursari,
Penakir, Jurangmangu, Gunungsari dan Gambuhan) yang berjumlah 13.148 orang dari
Kec.Pulosari yang merupakan rawan bencana apabila G. Slamet meletus.
BPBD Kab. Tegal telah melakukan
pendataan warga yang rawan bencana dengan total ± 58.967 orang di 2 Kecamatan yaitu Kec. Botong dan Kec.
Bumijawa.
BPBD Kab. Purbalingga
telah menyiapkan 4 titik evakuasi penampungan sementara dan 2 titik penampungan tetap untuk warga yang berjumlah
71.102 orang dari 4 Kecamatan (Kec. Karangreja, Kec. Mrebet, Kec. Bojongsari
dan Kec. Kutasari) yang merupakan rawan bencana apabila G. Slamet meletus.
Menghadapi situasi saat
ini, masing-masing Pemerintah Kabupaten terus menghimbau kepada warga
masyarakat agar tidak panik, tetap tenang dalam melakukan aktifitas sehari-hari
dan senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi dan aktifitas G.
Slamet sekaligus melakukan pendataan jumlah penduduk di daerah rawan dan
menginventarisasi sarana dan prasarana yang ada.
Sumber : Laporan Pusdalops BNPB
|