Selasa, 07/09/2010 06:23:06
   GEOSPASIAL
Home Kontak Link Sitemap
   PERINGATAN DINI       

Sebaran Gunung Api



 GALLERY
  Foto Bencana
  Foto Kegiatan
  Leaflet
  Poster

 CEK EMAIL

Login ke sistem e-mail

 KERJASAMA



Gempa Tidak Bertambah, Hanya Makin Banyak Orang Tinggal di Daerah Gempa PDF Cetak E-mail
Selasa, 09/03/2010 11:33:23
Pertama, gempa mengguncang Haiti, kemudian Cile dan kini Turki. Tahun ini, gempa bumi terus berguncang keras dalam rentang waktu berdekatan, seolah makin banyak gempa terjadi. Namun para ilmuwan menegaskan bahwa masalahnya bukanlah apa yang terjadi di perut bumi, melainkan di permukaan bumi.

Makin banyak orang pindah ke kota-kota besar yang kebetulan dibangun di atas garis patahan, dan mereka membangun gedung-gedung di bawah standar yang tak tahan guncangan gempa. Pemantauan seismik yang lebih baik dan pemberitaan 24 jam sejari membuat fenomena alam itu seolah bertambah sering terjadi. “Saya dapat menyatakan bahwa bumi belum akan berakhir,” kata Bob Holdsworth, seorang pakar tektonik di Durham University di Inggris utara.

Bulan lalu, gempa dengan magnitudo 7,0 menewaskan lebih dari 230.000 orang di Haiti. Kurang dari dua pekan lalu, gempa dengan magnitudo 8,8 –gempa kelima terkuat sejak 1900 — menewaskan lebih dari 900 orang di Cile. Hari Senin, gempa 6,0 mengguncang Turki timur, menewaskan sedikitnya 51 orang.

Berdasarkan data lembaga survei geologi Amerika Serikat (USGS), setiap tahun rata-rata terjadi 134 gempa bumi dengan magnitudo antara 6,0 dan 6,9. Tahun ini laju gelombang gempa memang datang sedikit terlalu cepat, mencapai 40 kali gempa dalam waktu kurang dari tiga bulan, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Namun itu terjadi karena gempa 8,8 di Cile membangkitkan serentetan gempa susulan yang cukup kuat. Banyaknya gempa yang secara kebetulan terjadi hampir bersamaan di awal tahun ini menimbulkan anggapan tersebut, kata Paul Earle, seorang seismolog di U.S. Geological Survey.

Bukan jumlah gempa, melainkan dampak kerusakan yang menarik perhatian, terutama tingginya jumlah korban. “Korban jiwa umumnya terjadi karena standar konstruksi yang rendah dan kepadatan suatu wilayah,” kata Earle. “Mantera standarnya adalah gempa bumi tidak membunuh orang, melainkan bangunannya.”

Sumber : tempointeraktif
 
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara meletus pada  Minggu 29 Agustus 2010 pukul 00.08 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral menyatakan status Gunung Sinabung menjadi AWAS dan mengubah tipenya dari tipe B menjadi tipe A terhitung pukul 00.10 WIB tanggal 29 Agustus 2010. Dan pada pukul 00.10 WIB PVMBG memutuskan untuk melakukan pengungsian masyarakat yang bermukim dan beraktivitas pada radius 6 km dari kawah aktif.



Menurut laporan PVMBG terdapat 1 gunung api berstatus siaga yaitu Gunung Api Ibu sejak 5 Agustus 09.

 PRAKIRAAN

Prakiraan Daerah Potensi Banjir

   Agustus 2010

   September 2010

   Oktober 2010


    Aceh

     Sumut

    Riau

    Sumbar

    Sumsel

    Bengkulu

    Jambi

    Lampung

    Banten

    Jabar

    Jateng & DIY

    Jatim

    Bali

    Kalbar

    Kaltim

    Kalteng

    Kalsel

    Sulbar

    Sulut

    Sulteng

    Maluku

    NTB

    NTT

    Papua Barat

    Papua



 AGENDA KEGIATAN
<< September ’10 >>
Se Sl Rb Km Jm Sb Mn
  
 1
 2
 3
 4
 5
 6
 7
 8
 9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
   
 RSS FEED

  PENGUMUMAN

BEASISWA PROGRAM PENDIDIKAN PASCA SARJANA


LOMBA PENULISAN KEBENCANAAN

Copyright © 2007-2008
bnpb.go.id
BNPB
Jl. Ir. H. Juanda No. 36 Jakarta Pusat
Telp POSKO : 021-3458400
Fax : 021-3458500
Email : posko @ bnpb.go.id