Kepala BNPB: Pendangkalan Pada Hilir Sungai Padolo Salah Satu Penyebab Banjir

Tweet

BIMA – Kepala BNPB Willem Rampangilei meninjau hilir Sungai Padolo yang terletak di Pelabuhan Kota Bima (01/06). “salah satu penyebab banjir yang demikian besar, karena adanya pendangkalan pada hilir Sungai Padolo,”ujar Willem.

Kepala BNPB memberikan arahan kepada Wali Kota Bima bahwa curah hujan yang tinggi pada bulan januari dan februari membuat pekerjaan pembersihan menjadi lebih berat, karena sampah yang dikumpulkan belum sempat terangkut sudah terseret air hujan. “untuk mengantisipasi curah hujan yang tinggi saya telah memberikan arahan kepada SKPD terkait, bahwa dalam 6 hari pelayanan umum seperti sekolah-sekolah, puskesmas harus sudah bersih dari sampah” tambah Willem.

Dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat hingga 19 januari, BNPB berencana akan menambah dana siap pakai (DSP). Dana ini akan difokuskan pada perbaikan saluran air dan normalisasi sungai, mengingat curah hujan yang masih tinggi di Kota Bima

Dalam rapat koordinasi pada kamis (05/01) di Kantor Walikota Bima, Kepala Bnpb memberikan tenggat waktu paling lambat 13 hari untuk pembersihan rumah, menyesuaikan program cash for work selama 14 hari.

Saat ini BNPB bersama Bappenas, Kementerian PUPERA, BPKP dan Pemerintah Kota Bima sedang menyusun rencana aksi untuk rehabilitasi  dan rekonstruksi dalam rangka percepatan pemulihan dampak bencana.

Berdasarkan data BPBD Kota Bima per 5 Januari 2017 jumlah penerima cash for work (CFW) yang sudah diverifikasi sebanyak 21.307 rumah dimana sebanyak 20.000 rumah bantuan cash for work dari BNPB dan 1.307 rumah bantuan CFW dari BPBD Provinsi NTB. Bantuan disalurkan melalui rekening RW dan diawasi babinsa dan babinkamtibmas.


Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB