Pasca Banjir Bersih-Bersih Jadi Prioritas

Tweet

BIMA – Giat bersih-bersih sampah dan lumpur akibat banjir di Kota Bima menjadi prioritas. Hal ini merupakan arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat rapat koordinasi pada Rabu (28/12) di Kantor Walikota Bima.


Untuk pembersihan rumah dan lingkungan BNPB memberikan bantuan dana cash for work sebesar Rp.10 milyar, dengan rincian Rp.250.000/rumah/minggu selama 2 minggu.


Selain bantuan dana, BNPB juga menyalurkan bantuan peralatan kebersihan dan logistik melalui BPBD Prov. NTB berupa 5000 paket kebersihan (ember, pel tangkai, karbol, deterjen), 2.000 buah sekop, 5.000 karung plastik untuk sampah lumpur, 300 sarung tangan, 200 buah kereta dorong, 20.000 masker, 300 pasang sepatu karet, 10.000 lembar sarung untuk pengungsi, 1.500 dos mie instant, 1500 dos gelas air mineral dan 1 paket obat-obatan,


Warga Kota Bima dibantu BPBD Kota Bima, TNI, Polri serta para relawan bergotong royong membersihkan sampah dan lumpur sisa banjir. Sebanyak 55 Truk sampah dioperasikan untuk mengangkut sampah dan lumpur ke tempat pembuangan akhir (TPA).


“Alhamdulillah bantuan truk tangki air bersih sudah sampai, warga dapat menggunakannya untuk mandi dan air minum,” ujar zulkifli pengungsi di Masjid Salahuddin. Tercatat ada 7 tangki air bersih yang beroperasi melayani warga.


Cuaca yang panas dimanfaatkan warga untuk menjemur barang-barang yang terendam akibat banjir, terlihat banyak warga yang menjemur kasur, sofa hingga barang elektronik dipinggir jalan. Terlihat pula TNI sedang berjaga-jaga dirumah-rumah kosong yang masih ditinggal warga mengungsi.


Berdasarkan data BPBD Kota Bima dari total penduduk 159.736 jiwa terdampak langsung sebesar 105.753 jiwa, sehingga sebesar 66% penduduk Kota terdampak Banjir, dengan ketinggian air 0,5 hingga 3 meter. Wilayah terparah adalah Kecamatan Rasanae Barat hampir seluruh penduduknya terdampak banjir.